Wednesday, April 8, 2015

Rahasia Awet Muda

Tanpa disadari, tak hanya produk kenamaan saja yang mampu mengubah kondisi kulit Anda. Namun makanan dan minuman memiliki pengaruh yang cukup besar untuk kecantikan kulit Anda. Salah memilih makanan dan minuman dapat membuat kulit menjadi tak sehat dan cenderung membuat wajah terlihat lebih tua. Makanan dan minuman apa sajakah yang dapat membuat Anda terlihat lebih tua? Berikut ulasan yang dilansir dari Daily Make Over pada hari Jumat (3/4/2014): Bagi Anda yang gemar mengkonsumsi makanan dan minuman manis, berhati-hatilah. Sebab, kadar gula dalam tubuh dapat membuat penampilan Anda terlihat lima tahun lebih tua dibandingkan mereka yang jarang mengkonsumsi gula. Mengontrol kandungan gula di tubuh tak hanya membuat Anda terkena penyakit diabetes namun juga menghindari Anda terlihat lebih tua. Bagi para wanita penikmat alkohol, berhati-hatilah sebab minuman yang satu ini dapat membuat wajah Anda terlihat lebih tua dari usia. Alkohol mampu menurunkan antioksidan pada kulit Anda, sehingga kulit pun rentan mengalami stren dan bisa memecahkan kolagen serta elastin. Namun, jika Anda sudah menikmati alkohol keesokan harinya jangan lupa untuk memulaskan kulit wajah dengan pelembab dan tabir surya agar kulit tetap lembab dan sehat. Mengkonsumi garam dengan jumlah yang berlebih dapat membuat kaCyn/Liz)
dar air dalam tubuh menurun. Dimana, tubuh akan menjadi lemas dan membuat wajah Anda terlihat jauh lebih tua dari biasanya. Mengkonsumsi kafein secara teratur dapat membuat cairan dalam tubuh terus keluar. Dimana, hal tersebut dapat membuat Anda menjadi lebih lemas. Selain itu, kafein juga dapat membuat kulit kering sehingga wajah akan terlihat lemas dan menua. Para pecinta makanan pedas, berhati-hatilah. Makanan pedas dapat menjadi pemicu wajah terlihat lebih tua dari usia Anda. Hal ini dikarenakan, kandungan dalam makanan pedas dapat membuat sel pembuluh darah menjadi lebih lebar dan membuat kulit wajah menjadi lebih tua. (

Thursday, April 2, 2015

Nonton Film Di Bioskop Diyakini Bisa Bantu Lansia Cegah Alzheimer

Jakarta, Pergi ke bioskop untuk menyaksikan film-film baru tidak hanya bermanfaat sebagai hiburan saja. Pada orang-orang lanjut usia (lansia), menyaksikan film di bioskop juga diyakini bermanfaat untuk mencegah alzheimer.

Akademisi di Southampton University mengatakan menonton film dengan cerita yang tidak terlalu memberatkan disertai alur cerita yang baik bisa membantu merangsang otak dan mencegah endapan zat-zat berbahaya bagi otak. Apalagi, mendiskusikan film setelah menontonnya bisa menjaga otak tetap aktif dan mencegah pembentukan plak penyebab alzheimer.

Dalam tesisnya, Dr Roxana Carare dan koleganya di musim panas ini akan mengamati 40 orang lansia yang mengalami gangguan mengingat dan konsentrasi ringan. Separuh dari peserta akan pergi ke bioskop satu sampai dua kali seminggu. Mereka juga diminta mendiskusikan alur cerita film tersebut dan menceritakan apa yang mereka lakukan selesai nonton film.

"Stimulasi intelektual seperti ini bisa mencegah penumpukan racun di otak yang disebut amiloid-beta yang menyebabkan penyakit alzheimer. Untuk menghilangkan racun itu, pembuluh darah harus sehat, caranya dengan melakukan 'olahraga' yang merangsang fungsi otak," terang Dr Carare.

Baca juga: Sering Lupa dan Sulit Fokus? Bisa Jadi Kena Alzheimer

Dikatakan Dr Carare, film bisa merangsang otak berdasarkan proses melihat dan mendengar yang dilakukan, kemudian dilanjutkan dengan mendiskusikannya. Disarankan, para lansia menyaksikan film dengan bobot cerita yang tidak terlalu berat dan lucu, kemudian dengan peran yang usianya juga sudah lanjut.

"Sehingga cerita film lebih bisa dinikmati dan pemerannya bisa merefleksikan si penonton sendiri. Berbeda dengan film-film science yang mungkin bisa memberatkan para lansia," lanjut Dr Carare, dikutip dari Daily Mail, Kamis (2/4/2015).

Ia menerangkan amyloid akan membentuk dinding di pembuluh darah sehingga pembuluh darah menjadi kaku dan kehilangan kemampuannya untuk menyingkirkan racun. Karena pengaruh gen, beberapa pasien memang ada yang memiliki pembuluh darah lemah.

"Akibatnya, secara bertahap, racun tetap akan terkumpul dan membentuk endapan yang disebut plak di mana plak tersebut bisa merusak sel kemudian menyebabkan penyakit Alzheimer," kata Dr Carera.

Santap Sereal Bikin Panjang Umur

KOMPAS.com - Kalau merasa asupan serat Anda masih kurang, pertimbangkan untuk mengonsumsi sereal. Ya, sereal yang biasa disantap ketika sarapan, nyatanya bisa menyumbang kebutuhan serat harian bagi tubuh dan membuat Anda panjang umur. Tentunya, sereal yang dimakan bukan penuh gula loh!

Hubungan antara serat dan panjang usia diperoleh setelah periset dari Harvard School of Public Health meneliti pengaruh serat sereal pada diet selama beberapa waktu. Dan sebanyak lebih dari 566 ribu anggota AARP berusia 50-71 tahun dari enam negara bagian serta dua kota besar terlibat dalam NIH-AARP Diet and Health Study.

Mereka yang melaporkan menjalani diet kaya serat sereal, lebih panjang umur dibandingkan yang jarang menyantap sereal sarapan ini. Dengan penurunan risiko kematian sebesar 19 persen ketimbang yang sedikit saja mengonsumsi serat sereal.

Angkanya tidak berhenti di situ. Studi yang dipublikasikan dalam BMC Medicine menjumpai bahwa pengonsumsi sereal tinggi serat memiliki penurunan risiko kematian 34 lebih rendah dari diabetes serta 15 persen penurunan risiko kematian akibat kanker. Sementara itu, mereka yang menyantap banyak biji-bijian utuh serta serat makanan, memiliki risiko lebih rendah atas segala penyebab kematian sebesar 17 persen.

Serat sereal merupakan satu komponen diet sehat potensial yang dapat membantu mencegah kematian dini. Adanya studi terbaru ini telah menunjukkan bahwa serat sereal dan biji-bijian utuh memiliki pengaruh positif terhadap kehidupan Anda. Terlebih bila Anda ingin menghindari kanker, peradangan, maupun kegemukan.

Hanya saja, sereal yang disarankan tentunya bukan yang berbalut gula. Selain itu, pastikan bahwa sereal yang dikonsumsi tinggi serat. Jika Anda ingin menyantap satu porsi sereal, paling tidak mengandung 10 gram serat per sajinya.

Untuk itu, disarankan untuk membaca label kemasan guna mengetahui jumlah serat yang terkandung dalam satu porsi sereal tersebut. Kalaupun tak berkesempatan untuk membacanya, ingat aturan yang diberikan oleh Lori Zanini, seorang dietisi. Produk tumbuhan adalah tempat untuk mencari serat. Mengingat serat hanya berasal dari dinding sel tumbuhan.

Selain sereal, oat juga bisa menjadi pilihan lainnya. Oat merupakan sumber serat yang tentu saja baik bagi tubuh Anda.