Saturday, November 28, 2020

PEPAYA PENURUN KOLESTEROL


Tak banyak yang tahu bahwa biji pepaya yang biasa kita buang, ternyata punya segudang manfaat. Salah-satunya, untuk menyingkirkan... racun-racun yang menumpuk di usus dan lever kita.
Penelitian menunjukkan, racun bisa menumpuk hingga seberat delapan kilogram dalam usus kita.
Ekstrak biji pepaya bahkan mampu melindungi ginjal dari racun yang memicu problem gagal ginjal.


Biji pepaya juga mampu membunuh parasit dalam bersarang dalam pencernaan.
Dokter Wahyu Triasmara, dalam Club Diet Sehat Bersama dr. Wahyu Triasmara - DrW, di Facebook pada 28 Februari 2015,menjelaskan,
biji pepaya juga mengandung zat antikolesterol yang hebat.
Mengkonsumsi biji buah pepaya juga bermanfaat sebagai antioksidan dalam darah.
Ini teruji dalam penelitian mengenai jus biji buah pepaya, secara signifikan dapat menurunkan kadar kolesterol dan LDL (lipoprotein densitas rendah),
serta meningkatkan kadar HDL.Ekstrak biji pepaya ini memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, saponi anthraquinones, dan anthocyanosides.
Dengan adanya kandungan ekstrak tersebut, biji pepaya ini mempunyai efek hipolipidemia dan antioksidan dalam darah yang luar biasa.
Efek hipolipidemia ini, sangat berguna bagi terapi alternatif hiperlipidemia yang disebabkan adanya lemak nabati atau kolesterol dalam jumlah terlalu tinggi.
Adapun, saponin yang ada dalam biji pepaya, bermanfaat untuk menurunkan aktifitas kolesterol serum seperti aksi resin, yaitu dengan mengurangi sirkulasi enterohepatik asam empedu.
Melalui penghambatan reaksi oksidasi kolesterol LDL ini maka dapat menurunkan kadar kolesterol darah.
Kandungan Fitokimia memiliki peran aktif bagi pencegahan penyakit.
Sementara Flavonoid merupakan antioksidan yang dapat menangkap radikal bebas," jelasnya.
Lalu, bagaimana cara untuk bisa mengkonsumsi biji pepaya yang menyehatkan itu? Ada dua cara.
Pertama, biji pepaya itu diblender dan disajikan seperti kita membuat jus.
Kedua, dengan mengeringkannya, dan meblendernya, sebelum kemudian menyeduhnya seperti kita menyeduh kopi.
Untuk cara kedua, begini langkah yang harus dilakukan.
1. CUCI BIJI PEPAYA, LANTAS JEMUR 2-3 HARI.
2. SETELAH KERING, BLENDER/TUMBUK BIJI PEPAYA TERSEBUT HINGGA JADI SERBUK.
3. AMBIL SATU SENDOK TEH SERBUK DAN CAMPUR DENGAN SATU GELAS AIR HANGAT.BISA DICAMPURKAN DENGAN MADU ATAU SEDIKIT GULA AGAR RASANYA LEBIH NIKMAT.
(Atau bisa dibuat Jus langsung campur daging buah pepaya dengan bijinya dan minum 1-2 gelas jus biji pepaya tersebut setiap hari).
Buktikan dalam 14 hari pencernaan anda makin sehat tubuh makin bugar.


Saturday, November 21, 2020

Obat Corona, Daun Sungkai, ini Profil Tanaman dan Khasiatnya

Daun Sungkai

Indonesia adalah surga tanaman obat tradisional. Jauh sebelum obat-obatan modern tersedia, nenek moyang kita telah memanfaatkan aneka jenis tanaman obat untuk mengobati penyakit. Salah satu tanaman obat tradisional yang akhir-akhir ini menjadi viral adalah daun pohon sungkai.

Daun sungkai mendadak jadi buah bibir setelah Letjen Doni Monardo, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, menyatakan di hadapan para gubernur bahwa ia mendengar, daun sungkai mungkin bisa menjadi kandidat obat corona. 

Tanpa menunggu lama, Doni Monardo segera meminta Gubernur Jambi, Fachrori Umar, agar mengulik khasiat daun sungkai yang pohonnya banyak ditemukan di Provinsi Jambi. 

Permintaan Doni Monardo ini segera ditanggapi Gubernur Jambi. Fachrori Umar pun telah meminta Dinas Kehutanan Provinsi Jambi guna meneliti khasiat daun sungkai sebagai kandidat obat Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Demikian dilansir Antara

Profil Pohon Sungkai (Peronema canescens Jack.)

1. Nama ilmiah dan nama lokal

Dikutip dari laman gbif.org, nama ilmiah daun sungkai adalah Peronema canescens Jack. Pohon sungkai ini disebut dengan nama lain false elder dalam bahasa Inggris. 

Dikutip dari laman indoforest, dalam bahasa daerah Nusantara, pohon sungkai disebut jati sabrang, jati londo, dan kurus. Tanaman ini juga dijumpai di beberapa negara Asia Tenggara. Di Malaysia, tanaman sungkai disebut sukai atau cherek. Di Negeri Gajah Putih Thailand, tanaman ini disebut sangkae, khoeilai, sakae.

Tanaman sungkai sudah diteliti orang Eropa yang datang ke Jawa.  Ini gambar dari Atlas der Baumarten von Java (1914).
Tanaman sungkai sudah diteliti orang Eropa yang datang ke Jawa.  Ini gambar dari Atlas der Baumarten von Java (1914).

Sungkai adalah pohon kecil sampai sedang dengan mahkota berbentuk bulat telur yang dapat tumbuh hingga 20 meter sampai 30 meter. Batangnya lurus atau sedikit lentur, biasanya dengan penopang kecil, tidak bercabang hingga 9 - 15 meter dan berdiameter hingga 70 cm. Demikian informasi dari worldagroforestry.org.

2. Manfaat Pohon Sungkai sebagai Kayu

 

Menariknya, pohon sungkai ini rupanya bisa dimanfaatkan kayunya. Menurut riset Wahyudi, A. R Mojiol, dan Z. Muttaqin bertajuk "Growth and Yield Analysis of Sungkai (Peronema canescens Jack.) in Kalimantan, Indonesia ", pohon sungkai adalah pohon lokal (spesies asli) yang berpotensi dikembangkan untuk ditanam di hutan tanaman dan perkebunan wanatani.

Riset tersebut menunjukkan bahwa dalam 12 tahun, persentase ketahanan hidup pohon sungkai mencapai 89,7%. Artinya pohon ini cukup "bandel". 

Menurut Dephut (1989), kayu sungkai mempunyai berat jenis purata 0.63; kelas awet III dan kelas kuat II-III. Kayu sungkai cocok dipakai untuk bahan bangunan, perabot, beruti, papan, lantai, dinding, patung dan ukiran, kerajinan tangan dan venir. Kayu sungkai dikenal mempunyai warna yang cerah dan serat yang indah. Artikel lengkap di sini.

Sementara laman indoforestry mencatat, kayu pohon sungkai ringan dan cukup kuat sehingga cocok dimanfaatkan untuk membuat finishing interior, dan terutama untuk rangka atap, gerobak, dan jembatan untuk lalu lintas ringan. 

Pohon sungkai berbunga - Foto creative commons https://www.flickr.com/photos/3angel/
Pohon sungkai berbunga - Foto creative commons https://www.flickr.com/photos/3angel/
 
3. Manfaat Daun Sungkai sebagai Obat Tradisional

Oleh masyarakat, daun sungkai dikenal memiliki sejumlah khasiat. Dikutip dari laman tropical.theferns.info, khasiat sungkai antara lain:

- ramuan daun dan rebusan kulit sungkai sering digunakan masyarakat sebagai obat demam.

- rebusan daun digunakan sebagai tapal untuk obat kurap, dan sebagai pencuci mulut (mouthwash) untuk mengobati sakit gigi. 

Informasi serupa dicatat oleh Ditjenhut (1980) sebagaimana dikutip Wahyudi et al (2016).

Daun sungkai - foto creative commons oleh https://www.flickr.com/photos/3angel/
Daun sungkai - foto creative commons oleh https://www.flickr.com/photos/3angel/
 
4. Peta persebaran pohon sungkai

Berikut peta persebaran pohon sungkai menurut situs gbif.org:

Menurut laman kehati.jogjaprov, pohon sungkai dapat ditemukan di Kabupaten Sleman, Bantul, Gunungkidul dan Kulon Progo. 

Harapan bagi Peneliti dan Masyarakat Indonesia

Harus kita akui, riset tanaman obat di negara kita masih dapat dikembangkan secara lebih serius dengan dukungan dana dari negara dan swasta. Amat disayangkan bila nanti khasiat tanaman obat seperti sungkai ini dilakukan negara lain dan diklaim oleh peneliti negara lain, padahal tanaman ini juga telah dikenal baik oleh masyarakat Indonesia sejak dahulu kala. 

Selain itu, masyarakat Indonesia hendaknya giat mencatat dan membukukan atau mengulas dalam bentuk tulisan tentang khasiat tanaman obat tradisional di sekitar kita. Resep obat tradisional kiranya perlu dicatat dan didokumentasikan dengan baik. Ini adalah aset luar biasa bagi kemajuan bangsa kita.

Sikap Bijaksana Menyikapi Berita "Obat Corona"

Sampai saat ini, Badan Kesehatan Dunia atau WHO menegaskan hal-hal berikut dalam situs resminya (diakses pada 8 Juni 2020):

Beberapa pengobatan barat, tradisional atau rumahan dapat memberikan kenyamanan dan mengurangi gejala COVID-19 ringan, namun belum ada obat yang telah sungguh terbukti mencegah atau menyembuhkan penyakit covid-19.

WHO tidak merekomendasikan pengobatan sendiri dengan obat apa pun, termasuk antibiotik, sebagai pencegahan atau penyembuhan untuk COVID-19. Namun, ada beberapa uji klinis obat-obatan barat dan tradisional, yang menunjukkan perkembangan positif.

WHO sedang mengoordinasikan upaya untuk mengembangkan vaksin dan obat-obatan untuk mencegah dan mengobati COVID-19 dan akan terus memberikan informasi terbaru segera setelah hasil penelitian tersedia.

Cara paling efektif untuk melindungi diri sendiri dan orang lain terhadap COVID-19 adalah dengan:

-Bersihkan tangan Anda secara teratur dan menyeluruh.

-Hindari menyentuh mata, mulut, dan hidung Anda.

-Tutupi batuk dengan tekuk siku atau tisu.  Jika tisu sudah digunakan, buanglah segera dan cuci tangan Anda.

-Pertahankan jarak minimal 1 meter dari orang lain.

Wasana Kata

Wasana kata, daun sungkai pun kini masih diteliti sebagai kandidat obat (peringan gejala) corona (covid-19). Kandidat artinya calon. Namanya masih calon, belum tentu jadi benaran. Mirip pengalaman beberapa orang yang "ditinggal calon padahal lagi sayang-sayangnya". Duh, kok endingnya jadi ambyar begini sih :)

Salam lestari dan salam sehat. Maju terus para peneliti dan praktisi obat tradisional Indonesia! Jika Anda punya pengalaman menggunakan sungkai sebagai obat tradisional, sila bagikan pengalaman. Sila vote, komentar, dan bagikan artikel ini jika berkenan. 

NB: Penulis bukan ahli botani dan ahli medis. Tulisan ini adalah deskripsi sederhana mengenai tanaman sungkai, bukan rujukan medis.

Wednesday, November 18, 2020

Cara Menjaga Kestabilan Daerah Secara Alami

 Suara.com - Darah tinggi atau hipertensi menyerang banyak penduduk di Indonesia. Bahkan pada Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) nasional pada 2018 menunjukkan bahwa 34,1 persen penduduk Indonesia mengalami hipertensi.

Dalam merawat hipertensi, pola makan dan hidup sehat menjadi penting. Oleh karena itu, berikut adalah beberapa makanan herbal yang bisa Anda konsumsi untuk mengontol tekanan darah.

1. Daun Basil

Basil (Ocimum basilicum) adalah ramuan beraroma yang tersedia dalam berbagai bentuk. Basil populer sebagai pengobatan alternatif karena kaya akan berbagai senyawa kuat.

Basil mengandung eugenol tinggi, studi menunjukkan


bahwa eugenol membantu mengurangi tekanan darah.  Senyawa ini juga bertindak sebagai penghambat saluran kalsium alami ke dalam sel jantung dan arteri yang membuat rileks pembuluh darah.

2. Bawang putih

Bawang putih kaya akan senyawa yang dapat bermanfaat bagi jantung.

Secara khusus, bawang putih mengandung senyawa sulfur seperti allicin yang dapat membantu meningkatkan aliran darah dan melemaskan pembuluh darah. Hal ini yang kemudian dapat mengontrol tekanan darah.

3. Kayu manis

Kayu manis telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan tradisional untuk penyakit jantung, termasuk tekanan darah tinggi.

Sebuah tinjauan dari 9 penelitian yang melibatkan 641 peserta menunjukkan bahwa mengonsumsi kayu manis mengurangi tekanan darah sistolik dan diastolik rata-rata masing-masing 6,2 mm Hg dan 3,9 mm Hg.

Ilustrasi jahe - (Pixabay/Brett_Hondow)© Disediakan oleh Suara.com Ilustrasi jahe - (Pixabay/Brett_Hondow)

4. Jahe

Baik penelitian pada manusia dan hewan menunjukkan bahwa mengonsumsi jahe mengurangi tekanan darah. Jahe bertindak sebagai penghambat saluran kalsium alami dan penghambat ACE alami.

Obat tekanan darah biasanya bekerja untuk menghambat saluran kalsium dan penghambat ACE adalah jenis obat tekanan darah.

Sebuah studi di lebih dari 4.000 orang menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi paling banyak jahe 2 hingga 4 gram per hari memiliki risiko terendah terkena tekanan darah tinggi.