Wednesday, December 30, 2020

CARI TAU PENYAKIT ANDA DAN OBATI DENGAN CARA INI OLEH DIRI ANDA SENDIRI

CARI TAU PENYAKIT ANDA DAN OBATI DENGAN CARA INI OLEH DIRI ANDA SENDIRI

1. Maag

Bukan hanya diakibatkan karena kesalahan pola makan yg tidak teratur, Akan tetapi justru lebih didominasi karena "stress" coba untuk lebih Fress dan memerdekan Diri.

2. Hypertensi

Bukan hanya diakibatkan oleh terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang asin, Daging tapi lebih dominan karena kesalahan dalam memanage "emosi" Jadi Coba dengan cara mengatur Emosi Dan Rasa.

3. Kolesterol

Bukan hanya diakibatkan oleh makanan berlemak, tapi rasa "malas berlebih" yang lebih dominan menimbulkan lemak, Jadi coba perbanyak Gerak Dan Tingkatkan semangat hingga Seluruh organ dapat bergerak.

4. Asthma

Bukan hanya karena terganggunya suplai oksigen ke paru-paru, akan tetapi Dikarenakan sering merasa "sedih" yang membuat kerja paru-paru tidak stabil, Jadi Coba Terus Membuat suasana Hati riang dan Refresing

5. Diabetes 

Bukan hanya karena terlalu banyak konsumsi glucousa, yang manis manis, tapi Bisa saja sikap "egois dan keras kepala" yang mengganggu fungsi pankreas, Coba Ikhlas Dan Rela Dalam segala Hal.

6. Penyakit liver

Bukan hanya karena kesalahan pola tidur, tapi sifat "ngrasani" orang lain yang justru merusak hati kita, Coba Untuk Membuat hati kita tenang Dan Damai.

7. Jantung koroner

Bukan hanya diakibatkan oleh sumbatan pada aliran darah ke jantung, tapi kita jarang sedekah atau memberi yg membuat jantung kita kurang merasakan ketenangan, sehingga detaknya tidak stabil

Jadi kalau kita ingin selalu sehat, perbaiki :

Diri kita

Pikiran kita

terutama hati kita dari segala jenis penyakit.


Hati-hati 

Hindari :

Dari Rasa iri, dengki, pendendam, fitnah, benci, amarah terpendam, sombong, pelit, egois, keras kepala, sedih, malas, dan lainnya, karena itu sumber penyakit.

SARAN Perbanyaklah Doa dan jadilah orang yang mudah memaafkan, Lembutkan hati dan ikhlaskan yang sudah terjadi, Banyak Banyak bersyukur dan nikmati kebahagiaan sekecil apapun Jalin persaudaraan yang mengajak dan selalu mengingatkan dalam kebaikan Serap ilmu dari arah mana saja Dari kawan maupun lawan.

SILAKAN DICOBA DAN RASAKAN PERUBAHANNYA, BELAJAR MENGOBATI DIRI SENDIRI

Source: ig @semangatberbagi_official

Monday, December 21, 2020

Kopi Bisa Jadi Obat Korona

 *Breaking News dari CNN*

*Minum Kopi 3 x Sehari untuk menangkal Covid-19*

*Dr. Li Wenliang*, dokter pahlawan China yang dihukum karena mengatakan yang sebenarnya tentang Virus Corona dan kemudian meninggal karena penyakit yang sama, telah mendokumentasikan file kasus untuk tujuan penelitian dan dalam file kasus tersebut mengusulkan penyembuhan yang secara signifikan akan mengurangi dampak COVID- 19 Virus pada tubuh manusia.

Bahan kimia *Methylxanthine*, *Theobromine* dan *Theophylline* merangsang senyawa yang dapat menangkal virus ini pada manusia dengan sistem kekebalan minimal rata-rata.

Yang lebih mengejutkan adalah bahwa kata-kata rumit yang sangat sulit dipahami oleh orang-orang di China ini sebenarnya disebut *KOPI* di India.

YA, *KOPI* reguler memiliki semua bahan kimia ini di dalamnya.

*Methylxanthine utama dalam COFFEE* adalah kafein stimulan.

*Methylxanthines lain yang ditemukan dalam KOPI* adalah dua senyawa kimiawi yang serupa, *Theobromine dan Theophylline.* 

Tanaman KOPI menciptakan bahan kimia ini sebagai cara untuk menangkal serangga dan hewan lainnya. 

Siapa yang tahu bahwa semua solusi untuk virus ini adalah secangkir KOPI sederhana dan itulah alasan mengapa begitu banyak pasien di China disembuhkan. 

Staf rumah sakit di China sudah mulai menyajikan KOPI kepada pasien 3 kali sehari.

Dan efeknya akhirnya di *Wuhan* "Pusat Pandemi ini" telah diatasi dan penularan ke komunitas hampir berhenti.

Silahkan bagikan pesan ini kepada teman dan keluarga Anda untuk menyadarkan mereka tentang berkah berupa KOPI di dapur Anda.

*4 Fakta Kopi Bisa Tingkatkan Imun untuk Cegah Virus Corona*

Mreizghi Alvio Linchia
Kamis, 26 Maret 2020 | 12:29 WIB

Stylo.ID - Kopi jadi minuman konsumsi favorit banyak orang termasuk di Indonesia.

Semakin dekat dengan anak muda, kini banyak kopi yang dijajakan dengan banyak campuran yang bikin rasanya semakin bervariasi.
Ternyata, konsumsi kopi bisa tingkatkan imun untuk cegah virus Corona, loh, Stylovers!

Berikut 4 fakta kopi bisa tingkatkan imun untuk cegah virus Corona, dilansir dari laman health.kompas.com.
#Mengandung Antioksidan

Dari laman Copeman Health Care, minum kopi bisa meningkatkan imun dan daya tahan tubuh karena mengandung antioksidan.

Seorang ahli gizi bernama Ashley Reaver mengatakan, kandungan antioksidan dalam kopi juga dapat membantu memerangi inflamasi.
#Anjuran Minum Kopi untuk Tingkatkan Imun

Meski begitu, konsumsi kopi berlebihan juga tak baik untuk kesehatan.

Ashley Reaver menambahkan, konsumsi kopi yang dapat tingkatkan imun cukup secangkir atau dua cangkir kopi per hari, dilansir laman theraflu.

Kandungan antioksidan dalam kopi nggak hanya tingkatkan imun, tapi juga bsia bantu cegah berbagai penyakit loh.

Dari riset yang diterbitkan Pharmacology & Therapeutics di tahun 2006, kopi dapat membantu mengurangi risiko jenis kanker tertentu, masalah kesehatan jantung, diabetes, osteoporosis dan penyakit neurologis.
#Kandungan Kafein Juga Bermanfaat

Riset tersebut juga mengungkapkan, kafein dalam kopi dapat kopi dapat menekan produksi sitokin pro-inflamasi yang memiliki manfaat antibodi sehingga berefek positif pada pasien dengan penyakit radang kronis seperti radang sendi atau psoriasis.

Tentu saja nggak boleh berlebihan ya, Stylovers. Tetap pada takaran yang aman dan wajar.

Penulis  : Ariska Puspita Anggraini
Editor    : *ACH'IL-Collection* 
Disadur : Achmad Kamil

https://stylo.grid.id/read/142077938/4-fakta-kopi-bisa-tingkatkan-imun-untuk-cegah-virus-corona

Friday, December 18, 2020

Saturday, November 28, 2020

PEPAYA PENURUN KOLESTEROL


Tak banyak yang tahu bahwa biji pepaya yang biasa kita buang, ternyata punya segudang manfaat. Salah-satunya, untuk menyingkirkan... racun-racun yang menumpuk di usus dan lever kita.
Penelitian menunjukkan, racun bisa menumpuk hingga seberat delapan kilogram dalam usus kita.
Ekstrak biji pepaya bahkan mampu melindungi ginjal dari racun yang memicu problem gagal ginjal.


Biji pepaya juga mampu membunuh parasit dalam bersarang dalam pencernaan.
Dokter Wahyu Triasmara, dalam Club Diet Sehat Bersama dr. Wahyu Triasmara - DrW, di Facebook pada 28 Februari 2015,menjelaskan,
biji pepaya juga mengandung zat antikolesterol yang hebat.
Mengkonsumsi biji buah pepaya juga bermanfaat sebagai antioksidan dalam darah.
Ini teruji dalam penelitian mengenai jus biji buah pepaya, secara signifikan dapat menurunkan kadar kolesterol dan LDL (lipoprotein densitas rendah),
serta meningkatkan kadar HDL.Ekstrak biji pepaya ini memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, saponi anthraquinones, dan anthocyanosides.
Dengan adanya kandungan ekstrak tersebut, biji pepaya ini mempunyai efek hipolipidemia dan antioksidan dalam darah yang luar biasa.
Efek hipolipidemia ini, sangat berguna bagi terapi alternatif hiperlipidemia yang disebabkan adanya lemak nabati atau kolesterol dalam jumlah terlalu tinggi.
Adapun, saponin yang ada dalam biji pepaya, bermanfaat untuk menurunkan aktifitas kolesterol serum seperti aksi resin, yaitu dengan mengurangi sirkulasi enterohepatik asam empedu.
Melalui penghambatan reaksi oksidasi kolesterol LDL ini maka dapat menurunkan kadar kolesterol darah.
Kandungan Fitokimia memiliki peran aktif bagi pencegahan penyakit.
Sementara Flavonoid merupakan antioksidan yang dapat menangkap radikal bebas," jelasnya.
Lalu, bagaimana cara untuk bisa mengkonsumsi biji pepaya yang menyehatkan itu? Ada dua cara.
Pertama, biji pepaya itu diblender dan disajikan seperti kita membuat jus.
Kedua, dengan mengeringkannya, dan meblendernya, sebelum kemudian menyeduhnya seperti kita menyeduh kopi.
Untuk cara kedua, begini langkah yang harus dilakukan.
1. CUCI BIJI PEPAYA, LANTAS JEMUR 2-3 HARI.
2. SETELAH KERING, BLENDER/TUMBUK BIJI PEPAYA TERSEBUT HINGGA JADI SERBUK.
3. AMBIL SATU SENDOK TEH SERBUK DAN CAMPUR DENGAN SATU GELAS AIR HANGAT.BISA DICAMPURKAN DENGAN MADU ATAU SEDIKIT GULA AGAR RASANYA LEBIH NIKMAT.
(Atau bisa dibuat Jus langsung campur daging buah pepaya dengan bijinya dan minum 1-2 gelas jus biji pepaya tersebut setiap hari).
Buktikan dalam 14 hari pencernaan anda makin sehat tubuh makin bugar.


Saturday, November 21, 2020

Obat Corona, Daun Sungkai, ini Profil Tanaman dan Khasiatnya

Daun Sungkai

Indonesia adalah surga tanaman obat tradisional. Jauh sebelum obat-obatan modern tersedia, nenek moyang kita telah memanfaatkan aneka jenis tanaman obat untuk mengobati penyakit. Salah satu tanaman obat tradisional yang akhir-akhir ini menjadi viral adalah daun pohon sungkai.

Daun sungkai mendadak jadi buah bibir setelah Letjen Doni Monardo, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, menyatakan di hadapan para gubernur bahwa ia mendengar, daun sungkai mungkin bisa menjadi kandidat obat corona. 

Tanpa menunggu lama, Doni Monardo segera meminta Gubernur Jambi, Fachrori Umar, agar mengulik khasiat daun sungkai yang pohonnya banyak ditemukan di Provinsi Jambi. 

Permintaan Doni Monardo ini segera ditanggapi Gubernur Jambi. Fachrori Umar pun telah meminta Dinas Kehutanan Provinsi Jambi guna meneliti khasiat daun sungkai sebagai kandidat obat Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Demikian dilansir Antara

Profil Pohon Sungkai (Peronema canescens Jack.)

1. Nama ilmiah dan nama lokal

Dikutip dari laman gbif.org, nama ilmiah daun sungkai adalah Peronema canescens Jack. Pohon sungkai ini disebut dengan nama lain false elder dalam bahasa Inggris. 

Dikutip dari laman indoforest, dalam bahasa daerah Nusantara, pohon sungkai disebut jati sabrang, jati londo, dan kurus. Tanaman ini juga dijumpai di beberapa negara Asia Tenggara. Di Malaysia, tanaman sungkai disebut sukai atau cherek. Di Negeri Gajah Putih Thailand, tanaman ini disebut sangkae, khoeilai, sakae.

Tanaman sungkai sudah diteliti orang Eropa yang datang ke Jawa.  Ini gambar dari Atlas der Baumarten von Java (1914).
Tanaman sungkai sudah diteliti orang Eropa yang datang ke Jawa.  Ini gambar dari Atlas der Baumarten von Java (1914).

Sungkai adalah pohon kecil sampai sedang dengan mahkota berbentuk bulat telur yang dapat tumbuh hingga 20 meter sampai 30 meter. Batangnya lurus atau sedikit lentur, biasanya dengan penopang kecil, tidak bercabang hingga 9 - 15 meter dan berdiameter hingga 70 cm. Demikian informasi dari worldagroforestry.org.

2. Manfaat Pohon Sungkai sebagai Kayu

 

Menariknya, pohon sungkai ini rupanya bisa dimanfaatkan kayunya. Menurut riset Wahyudi, A. R Mojiol, dan Z. Muttaqin bertajuk "Growth and Yield Analysis of Sungkai (Peronema canescens Jack.) in Kalimantan, Indonesia ", pohon sungkai adalah pohon lokal (spesies asli) yang berpotensi dikembangkan untuk ditanam di hutan tanaman dan perkebunan wanatani.

Riset tersebut menunjukkan bahwa dalam 12 tahun, persentase ketahanan hidup pohon sungkai mencapai 89,7%. Artinya pohon ini cukup "bandel". 

Menurut Dephut (1989), kayu sungkai mempunyai berat jenis purata 0.63; kelas awet III dan kelas kuat II-III. Kayu sungkai cocok dipakai untuk bahan bangunan, perabot, beruti, papan, lantai, dinding, patung dan ukiran, kerajinan tangan dan venir. Kayu sungkai dikenal mempunyai warna yang cerah dan serat yang indah. Artikel lengkap di sini.

Sementara laman indoforestry mencatat, kayu pohon sungkai ringan dan cukup kuat sehingga cocok dimanfaatkan untuk membuat finishing interior, dan terutama untuk rangka atap, gerobak, dan jembatan untuk lalu lintas ringan. 

Pohon sungkai berbunga - Foto creative commons https://www.flickr.com/photos/3angel/
Pohon sungkai berbunga - Foto creative commons https://www.flickr.com/photos/3angel/
 
3. Manfaat Daun Sungkai sebagai Obat Tradisional

Oleh masyarakat, daun sungkai dikenal memiliki sejumlah khasiat. Dikutip dari laman tropical.theferns.info, khasiat sungkai antara lain:

- ramuan daun dan rebusan kulit sungkai sering digunakan masyarakat sebagai obat demam.

- rebusan daun digunakan sebagai tapal untuk obat kurap, dan sebagai pencuci mulut (mouthwash) untuk mengobati sakit gigi. 

Informasi serupa dicatat oleh Ditjenhut (1980) sebagaimana dikutip Wahyudi et al (2016).

Daun sungkai - foto creative commons oleh https://www.flickr.com/photos/3angel/
Daun sungkai - foto creative commons oleh https://www.flickr.com/photos/3angel/
 
4. Peta persebaran pohon sungkai

Berikut peta persebaran pohon sungkai menurut situs gbif.org:

Menurut laman kehati.jogjaprov, pohon sungkai dapat ditemukan di Kabupaten Sleman, Bantul, Gunungkidul dan Kulon Progo. 

Harapan bagi Peneliti dan Masyarakat Indonesia

Harus kita akui, riset tanaman obat di negara kita masih dapat dikembangkan secara lebih serius dengan dukungan dana dari negara dan swasta. Amat disayangkan bila nanti khasiat tanaman obat seperti sungkai ini dilakukan negara lain dan diklaim oleh peneliti negara lain, padahal tanaman ini juga telah dikenal baik oleh masyarakat Indonesia sejak dahulu kala. 

Selain itu, masyarakat Indonesia hendaknya giat mencatat dan membukukan atau mengulas dalam bentuk tulisan tentang khasiat tanaman obat tradisional di sekitar kita. Resep obat tradisional kiranya perlu dicatat dan didokumentasikan dengan baik. Ini adalah aset luar biasa bagi kemajuan bangsa kita.

Sikap Bijaksana Menyikapi Berita "Obat Corona"

Sampai saat ini, Badan Kesehatan Dunia atau WHO menegaskan hal-hal berikut dalam situs resminya (diakses pada 8 Juni 2020):

Beberapa pengobatan barat, tradisional atau rumahan dapat memberikan kenyamanan dan mengurangi gejala COVID-19 ringan, namun belum ada obat yang telah sungguh terbukti mencegah atau menyembuhkan penyakit covid-19.

WHO tidak merekomendasikan pengobatan sendiri dengan obat apa pun, termasuk antibiotik, sebagai pencegahan atau penyembuhan untuk COVID-19. Namun, ada beberapa uji klinis obat-obatan barat dan tradisional, yang menunjukkan perkembangan positif.

WHO sedang mengoordinasikan upaya untuk mengembangkan vaksin dan obat-obatan untuk mencegah dan mengobati COVID-19 dan akan terus memberikan informasi terbaru segera setelah hasil penelitian tersedia.

Cara paling efektif untuk melindungi diri sendiri dan orang lain terhadap COVID-19 adalah dengan:

-Bersihkan tangan Anda secara teratur dan menyeluruh.

-Hindari menyentuh mata, mulut, dan hidung Anda.

-Tutupi batuk dengan tekuk siku atau tisu.  Jika tisu sudah digunakan, buanglah segera dan cuci tangan Anda.

-Pertahankan jarak minimal 1 meter dari orang lain.

Wasana Kata

Wasana kata, daun sungkai pun kini masih diteliti sebagai kandidat obat (peringan gejala) corona (covid-19). Kandidat artinya calon. Namanya masih calon, belum tentu jadi benaran. Mirip pengalaman beberapa orang yang "ditinggal calon padahal lagi sayang-sayangnya". Duh, kok endingnya jadi ambyar begini sih :)

Salam lestari dan salam sehat. Maju terus para peneliti dan praktisi obat tradisional Indonesia! Jika Anda punya pengalaman menggunakan sungkai sebagai obat tradisional, sila bagikan pengalaman. Sila vote, komentar, dan bagikan artikel ini jika berkenan. 

NB: Penulis bukan ahli botani dan ahli medis. Tulisan ini adalah deskripsi sederhana mengenai tanaman sungkai, bukan rujukan medis.

Wednesday, November 18, 2020

Cara Menjaga Kestabilan Daerah Secara Alami

 Suara.com - Darah tinggi atau hipertensi menyerang banyak penduduk di Indonesia. Bahkan pada Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) nasional pada 2018 menunjukkan bahwa 34,1 persen penduduk Indonesia mengalami hipertensi.

Dalam merawat hipertensi, pola makan dan hidup sehat menjadi penting. Oleh karena itu, berikut adalah beberapa makanan herbal yang bisa Anda konsumsi untuk mengontol tekanan darah.

1. Daun Basil

Basil (Ocimum basilicum) adalah ramuan beraroma yang tersedia dalam berbagai bentuk. Basil populer sebagai pengobatan alternatif karena kaya akan berbagai senyawa kuat.

Basil mengandung eugenol tinggi, studi menunjukkan


bahwa eugenol membantu mengurangi tekanan darah.  Senyawa ini juga bertindak sebagai penghambat saluran kalsium alami ke dalam sel jantung dan arteri yang membuat rileks pembuluh darah.

2. Bawang putih

Bawang putih kaya akan senyawa yang dapat bermanfaat bagi jantung.

Secara khusus, bawang putih mengandung senyawa sulfur seperti allicin yang dapat membantu meningkatkan aliran darah dan melemaskan pembuluh darah. Hal ini yang kemudian dapat mengontrol tekanan darah.

3. Kayu manis

Kayu manis telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan tradisional untuk penyakit jantung, termasuk tekanan darah tinggi.

Sebuah tinjauan dari 9 penelitian yang melibatkan 641 peserta menunjukkan bahwa mengonsumsi kayu manis mengurangi tekanan darah sistolik dan diastolik rata-rata masing-masing 6,2 mm Hg dan 3,9 mm Hg.

Ilustrasi jahe - (Pixabay/Brett_Hondow)© Disediakan oleh Suara.com Ilustrasi jahe - (Pixabay/Brett_Hondow)

4. Jahe

Baik penelitian pada manusia dan hewan menunjukkan bahwa mengonsumsi jahe mengurangi tekanan darah. Jahe bertindak sebagai penghambat saluran kalsium alami dan penghambat ACE alami.

Obat tekanan darah biasanya bekerja untuk menghambat saluran kalsium dan penghambat ACE adalah jenis obat tekanan darah.

Sebuah studi di lebih dari 4.000 orang menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi paling banyak jahe 2 hingga 4 gram per hari memiliki risiko terendah terkena tekanan darah tinggi.

Thursday, October 29, 2020

Perancang Busana dan Penulis Terkenal Dunia "Kirzayda Rodriguez" Menulis Posting ini Sebelum Meninggal Sakit Kanker

Perancang busana dan penulis terkenal dunia "Kirzayda Rodriguez" menulis posting ini sebelum meninggal karena kanker.

  1. Saya memiliki mobil merek termahal di dunia di garasi saya, tetapi sekarang saya bepergian dengan kursi roda.
  2. Rumah saya penuh dengan segala macam desain pakaian, sepatu dan barang berharga. Tetapi tubuh saya terbungkus kain kecil yang disediakan oleh rumah sakit.
  3. Ada cukup uang di bank. Tetapi uang itu
    tidak menguntungkan saya sekarang.
  4. Rumah saya seperti istana tetapi saya terbaring di tempat tidur ukuran ganda di rumah sakit.
  5. Saya akan pergi dari satu hotel bintang lima ke hotel bintang lima lainnya. Tapi sekarang saya menghabiskan waktu di rumah sakit untuk berpindah dari satu lab ke lab lainnya.
  6. Saya memberikan tanda tangan kepada ratusan orang - hari ini catatan dokter adalah tanda tangan saya
  7. Saya memiliki tujuh ahli kecantikan untuk mendekorasi rambut saya - hari ini saya bahkan tidak memiliki rambut di kepala saya
  8. Dengan jet pribadi, saya bisa terbang kemanapun saya mau Tapi sekarang saya harus meminta bantuan dua orang untuk pergi ke beranda rumah sakit
  9. Meskipun ada banyak makanan, diet saya adalah dua pil sehari dan beberapa tetes air garam di malam hari.

Rumah ini, mobil ini, jet ini, perabotan ini, begitu banyak rekening bank, begitu banyak gengsi dan ketenaran, tidak ada yang berguna bagi saya. Tak satu pun dari ini bisa membuat saya lega.

Menghibur wajah banyak orang dan sentuhan mereka. "

Tidak ada kebenaran lebih dari kematian

Saturday, October 24, 2020

Ceker Ayam, Apa Manfaat dan Bahayanya?

Di Indonesia, khususnya Jawa, kecuali Aceh, ceker ayam dimanfaatkan sebagai makanan lezat. Sebelum mengonsumsinya, ketahui dulu fakta kesehatan tentang ceker ayam.

Ceker ayam merupakan bagian kaki ayam. Bagiannya terdiri dari kulit, tulang rawan dan tendon. Meski tanpa daging, tetapi ceker ayam mengandung nutrisi yang menyehatkan.

Namun, manfaat ceker a
yam bisa berubah menyebabkan efek samping pada kesehatan tubuh, jika diolah dengan cara yang salah. Mulai dari proses pembersihan hingga proses memasak.

Ada beberapa tips yang harus diperhatikan saat membersihkan ceker ayam. Jika sudah bersih, ceker ayam dapat diolah menjadi berbagai makanan yang lezat.

Ceker ayam terdiri dari tulang, kulit, urat otot atau tendon. Meski tidak ada bagian dagingnya, tetapi ceker ayam cukup bergizi.

Itu karena ceker ayam mengandung vitamin dan mineral dalam jumlah yang cukup. Dalam dua ceker ayam seberat 70 gram mengandung protein sekitar 70%.

Jumlah tersebut merupakan total dari kolagen dan protein struktural yang memberikan bentuk, kekuatan dan ketahanan terhadap kulit, tendon dan tulang pada ceker ayam.

Selain itu, ceker ayam juga merupakan sumber folat yang baik. Nutrisi itu dapat membentuk sintesis DNA berupa vitamin B9 untuk membantu mencegah kelainan kelahiran.


Bali Bisa Jadi Wisata Sehat, Begini Akui Ashanty

Saat menganter Anang ke RS buat tindakan operasi , Ashanty istri yang setia menunggu sang suami di luar ruangan operasi. Setelah beberapa lama, Anang Hermansyah akhirnya memberikan keterangan dalam mengenai operasi dan bahkan pengakuannya tentang Bali. Begitu dilansir sehats.com melalui instagaramnya.

"Aku masih keleyengan guys, aku habis operasi ini guys. Bali bukan cuma pemandangannya aja yang keren deh dan bukan cuma tempatnya aja yang bagus. Dokternya gila banget top banget deh," jelas Anang Hermansyah dalam Instagram Stories miliknya.

"Jadi baru selesai operasi ini mudah-mudahan hasilnya bagus, doain ya guys. Bali top banget ini. Aku habis operasi ini nggak berasa apa-apa sih benar-benar nggak berasa apa-apa. Bali top banget dan mudah-mudahan hasilnya bagus ya," sambung Anang Hermansyah lagi.


Baru selesai operasi, Anang Hermansyah pun sudah ingin kembali dengan kegiatan sehari-harinya yakni syuting salah satu ajang pencarian bakat.

Friday, October 23, 2020

Ini 9 Tanda Orang Kena Covid-19

There are many well-known symptoms of COVID-19. Lack of flavoring, fever, shortness of breath, and dry cough. However, there are some covid symptoms that you may not be aware of. Here are nine recent signs that you may have, or captured, COVID-19. Read on, and to ensure the health of you and others, don't miss the Sure Sign You Already Have Coronavirus.

1. Skin Rash

The COVID virus causes active inflammation in the body. This causes your skin to itch, and rashes arise. It is a common symptom in children and adolescents. King's College in London is working with health data company Zoe to create an app for those experiencing COVID symptoms. The results reported that 8.8% of COVID patients had a positive skin rash, accompanied by classic symptoms.



2. Lesions on the Feet

A common symptom of COVID is "COVID toes", which is when your toes begin to inflame, or develop into red or purple. "All of a sudden, we're inundated with toes," Dr. Lindy Fox, a dermatologist at the University of California, San Francisco, told The New York Times. "I have a clinic filled with people coming in with new toe lesions. And not people who have suffered from chilblains before - they've never experienced anything like this." This usually appears in cold weather, however, it has been reported in some COVID patients. Some dermatologist's have encouraged leg pain as an official symptom of COVID. Some experts say that injuries actually mean your body responds to the virus healthily.


3. Dizziness

According to research published in annals of neurology, COVID causes people to become dizzy. The authors state that, "Initially considered limited to the respiratory system, we now understand that coronavirus disease 2019 (COVID-19) also involves many other organs, including the central and peripheral nervous system. The number of known neurological manifestations of SARS Infection ‐CoV‐ 2 accumulates rapidly. " If feeling dizzy is not unusual for you, it may be a symptom of COVID. However, if that's your only symptom, it may not be COVID.


4. Fatigue

Fatigue has been associated with COVID for a while. Many patients state that they will feel lethargic and tired, a few days after contracting the virus. This can take months after contracting the virus.


5. Pink Eyes

COVID has reportedly caused mild conjunctivitis in your eyes, making your eyes feel itchy and watery. Some experts associate these symptoms with signs of transmission, people touching their eyes, and then anything else.


6. Headaches

Headaches are one of the earliest signs of COVID, and are a common symptom of patients who are not hospitalized. Dr Valeriya Klats, neurologist and headache specialist at Hartford HealthCare, said


COVID headaches can persist once the virus is complete. "This can be an episodic headache or all day, every day. The way we describe it is 'constant headaches every day'. It's very disturbing to patients," he said.

7. Chest and Joint Pain

Chest and muscle pain can be associated with inflammation in the body. Chest pain can also be linked to lung damage, which has been linked to COVID patients. COVID is also known as a respiratory


condition that can cause pain.

8. Difficulty of Concentration

As mentioned earlier, COVID can attack your nervous system. This causes COVID patients to have difficulty concentrating. A study published in The Lancet, found that 55% of COVID patients still experience difficult neurological symptoms a few months later. WebMD also writes that neurological symptoms can be an early sign of COVID.


9. Kehilangan Nafsu Makan

Kehilangan rasa dan penciuman adalah gejala umum COVID. Namun, kurang nafsu makan juga bisa dikaitkan dengan COVID. "Ketika tubuh Anda terinfeksi virus seperti COVID-19, nafsu makan Anda bisa berkurang," jelas Dr. Daniel Atkinson, Pimpinan Klinik GP di Treated.com. Dr Atkinson merekomendasikan minum cairan dan mencoba makan makanan ringan untuk mengatasi hal ini. Dan untuk melewati pandemi ini dalam keadaan paling sehat, jangan lewatkan 35 Tempat yang Paling Mungkin Anda Tangkap COVID ini.


DETECT LANGUAGE
ENGLISH
ENGLISH
SPANISH
ENGLISH
ENGLISH
SPANISH
2. Lesions in
the FootCommon symptoms of COVID are "COVID toes", which is when your toes start to inflame, or develop into red or purple. "Suddenly, we are inundated with toes," Dr. Lindy Fox, a dermatologist at the University of California, San Francisco, told The New York Times. "I have a clinic filled with people coming in with new toe lesions. And not people who have suffered from chilblains before - they've never experienced anything like this." This usually appears in cold weather, however, it has been reported in some COVID patients. Some dermatologist's have encouraged leg pain as an official symptom of COVID. Some experts say that injuries actually mean your body responds to the virus healthily.

Thursday, October 22, 2020

Covid-19 Tidak Akan Berakhir, Menjadi Penyakit Biasa

Akankah globalisasi bertahan di era COVID? Pertanyaan ini menjadi bahan perdebatan dalam Seminar Pengelolaan Cadangan UBS yang diadakan pada tanggal 28 September, dalam sesi berdasarkan white paper yang ditulis bersama IMD. "Ada perdebatan dalam ekonomi global tentang apakah COVID-19 akan menjadi pukulan terakhir bagi globalisasi," kata Massimiliano Castelli, Kepala Strategi Lembaga Berdaulat di UBS Asset Management. Tapi ini belum benar-benar terwujud. Coronavirus sebagian besar mewakili percepatan tren globalisasi yang ada, daripada perubahan paradigma penuh. Globalisasi telah surut dan mengalir selama bertahun-tahun, tetapi panelis acara setuju bahwa kehancuran keuangan global 2007-08 menandai titik balik dan memulai tren yang oleh majalah The Economist disebut sebagai "slowbalization". Penurunan pendapatan, meningkatnya pengangguran dan ketimpangan terbukti menjadi lahan subur bagi kebangkitan retorika nasionalisme dan anti-imigrasi. Pemisahan itu telah diperburuk oleh pandemi virus korona, yang menyebabkan penurunan koordinasi global dan meningkatnya proteksionisme karena risiko kesehatan dan keamanan. Itu mengurangi produksi dan konsumsi, menyeret turun pertumbuhan ekonomi global.
Terlebih lagi, potensi pergeseran ke arah produksi dalam negeri, yang telah berlangsung dengan baik sebelum virus corona, dapat meningkat, seperti halnya meningkatnya hambatan pergerakan bebas barang, orang, dan modal yang menopang globalisasi. “Negara-negara sedang membangun tembok yang memisahkan kita; kita tidak bisa bepergian semudah sebelumnya. Rantai pasokan global telah menjadi sangat terganggu, ”kata Arturo Bris, Profesor Keuangan di IMD dan salah satu penulis makalah ini. Teknologi adalah inti dari unilateralisme ini. Dalam dua dekade terakhir, kami telah melihat pergeseran dalam ekonomi global, dari ketergantungan pada aset berwujud menjadi tidak berwujud seperti perangkat lunak, yang tidak memerlukan rantai pasokan yang rumit. Munculnya kecerdasan buatan juga dapat menggantikan tenaga kerja murah dan mendorong penulisan ulang di negara-negara maju. Penguncian COVID-19 hanya mempercepat digitalisasi semacam itu. “Memang benar kami akan memiliki lebih sedikit globalisasi dalam hal barang dan jasa, tetapi lebih banyak dalam hal data,” tambah Bris. Rantai pasokan diperkirakan akan memendek karena virus korona, yang telah mengekspos ketergantungan dunia barat pada obat-obatan generik China dan menyebabkan perusahaan farmasi mengalihkan produksi ke lokasi yang lebih aman. Sementara itu, perlambatan industri otomotif meredam permintaan pasokan komponen global. Peningkatan lain dalam populisme juga bisa terjadi, catatan putih mencatat, ketika jutaan orang di seluruh dunia jatuh ke dalam kemiskinan. Dan reputasi organisasi internasional seperti Organisasi Kesehatan Dunia telah melemah, yang selanjutnya dapat mengurangi kerja sama global. Yang memperparah ini adalah memburuknya hubungan AS-China dan perang perdagangan yang meningkat. Ketidakpastian yang ditimbulkan adalah penundaan keputusan investasi perusahaan dan membatasi aliran modal global yang merupakan pilar utama globalisasi. "Saya pikir hubungan AS-China, ketegangan geopolitik tidak mungkin berbalik atau mengubah arah tidak peduli siapa yang menjadi presiden baru di AS," kata Tao Wang, kepala ekonom China UBS dan Kepala penelitian ekonomi Asia, pada seminar bank tersebut. “Tekanan dan masalah keamanan nasional, dan pemisahan keamanan nasional dan alasan teknologi, akan terus berlanjut. Akan ada dampak jangka panjang yang sangat besar pada restrukturisasi rantai pasokan. Mungkin kami akan memiliki regionalisasi. ” Apa artinya semua ini bagi para eksekutif dan investor? Untuk menetapkan kepentingan relatif globalisasi pada pengembalian saham dan profitabilitas, IMD mengukur kinerja harga saham tahunan dan laba atas modal yang diinvestasikan dari 27.147 perusahaan dari 85 negara antara 1991-2019. Ditemukan bahwa faktor penentu kinerja saham yang paling penting adalah faktor global, yang merupakan 16,7% dari variabilitas return saham. Namun, sejak proses deglobalisasi tahun 2009, kepentingan faktor global dalam return saham rata-rata turun. Ini menggarisbawahi betapa pentingnya masing-masing negara bagi bisnis dan pasar global. “Kita akan berada di dunia yang tidak terlalu mengglobal,” kata Bris. “Itu berarti kekuatan nasional, pemerintah, akan menjadi lebih penting saat ini daripada sebelumnya. Dan perbedaan antar negara akan muncul, karena kita akan memiliki jenis pemerintahan yang berbeda. ” Jadi, siapa yang akan menjadi pemenang dan pecundang di dunia yang mengalami deglobalisasi? Negara yang paling berhasil dalam waktu dekat kemungkinan besar adalah negara yang dapat menghasilkan konsensus sosial tentang kebijakan; ekonomi kecil yang dilindungi oleh pasar besar terdekat seperti Cina atau Eropa; dan negara-negara dengan keuangan publik yang kuat yang dapat menopang ekonomi domestiknya, seperti Swiss. Prediksi ini tercermin dalam peringkat Daya Saing Dunia IMD 2020, yang memperhitungkan beberapa dampak virus corona. Peringkat tersebut menunjukkan bahwa lima teratas paling comp

Wednesday, October 21, 2020

Rahasia Manfaat Kelapa Ijo

Air kelapa berkhasiat sebagai diuretik, yaitu untuk memperlancar pengeluaran air seni. Air kelapa muda dicampur dengan sedikit sari jeruk sitrun bermanfaat untuk mengatasi dehidrasi, juga untuk memerangi gangguan cacing dalam perut anak-anak kecil.

Jika air kelapa muda yang dicampur dengan susu amat baik untuk makanan anak. Campuran air kelapa muda tersebut mempunyai khasiat untuk mencegah penggumpalan susu dalam perut, muntah, sembelit, dan sakit pencernaan.

Air kelapa juga mempunyai bermacam-macam khasiat sebagai obat. Di antaranya, minum air kelapa muda juga dapat membantu mengatasi pengaruh racun obat sulfa dan antibiotika lain, sehingga menjadikan obat-obat itu lebih cepat diserap darah.

Mencuci muka dengan air kelapa secara kontinu tiap hari dapat menyembuhkan atau melenyapkan jerawat, noda-noda hitam, kerutan pada wajah yang datang lebih dini, kulit mengering, dan wajah menjadi tampak berseri.

Campurlah air kelapa dengan sedikit madu. Ramuan ini merupakan tonikum yang murah tetapi berkhasiat. Ramuan ini merangsang pusat-pusat seksual tubuh dan meniadakan akibat buruk gairah seksual berlebih.

Jerawat membandel dapat diobati dengan campuran 25 gram pasta kunyit dengan segelas air kelapa, lalu dibiarkan selama semalam suntuk, kemudian tambahkan 3 sendok teh bubuk cendana merah. Aduk-aduklah semua bahan tersebut sampai rata, kemudian disimpan lagi tanpa terganggu selama 3 hari.

Saringlah ramuan tadi dengan tiga lapis kain kasa. Simpan sari tadi dalam botol, dan oleskan pada muka dua kali sehari hingga jerawat lenyap.
  1. Air kelapa juga berkhasiat sebagai obat luka, telapak kaki pecah-pecah, dan eksim. Membuat ramuannya relatif mudah. Rendamlah segenggam beras dalam air kelapa muda bersama tempurungnya sampai beras terasa asam karena peragian, kemudian beras digiling menjadi bubuk halus. Tepung beras tersebut digunakan dengan dioleskan setiap hari selama 3-4 hari pada bagian tubuh yang sakit.
  1. Jika air kelapa muda dicampur dengan sejumput bubuk kunyit dan air kapur sirih dalam ukuran sama merupakan obat luka bakar dan meniadakan rasa panas pada telapak kaki dan tangan.

Kelapa ijo merupakan salah satu jenis dari berbagai spesies yang pada pohon kelapa. Secara fisik sangat sulit untuk membedakan mana yang kelapa ijo dan hijau. Tapi, setelah dibelah, baru telihat perbedaannya. Kelapa ijo jika dikupas, seratnya berwarna merah. Rasa airnya rada pahit, tidak seperti kelapa hijau yang segar kendati tidak dicampur dengan gula.

Kelapa ijo ditengarai merupakan obat terbaik untuk beberapa penyakit

seperti: panas dalam, sembelit, penetral racun, demam berdarah, cacingan, disentri. Bila digunakan untuk membasuh muka, maka manfaat kelapa ijo bisa menghilangkan jerawat, menghaluskan kulit muka, mengencangkan kulit (anti aging) dan bila digunakan untuk keramas, bisa mencegah timbulnya uban.

Selain itu, kelapa ijo juga bisa dijadikan terapi gurah, caranya dengan mengembunkan satu malan air kelapa ijo, lalu diminum paginya. Bila hal ini dilakukan setiap pagi, insya Allah suara akan menjadi lebih panjang dan merdu.