Monday, July 26, 2021

Kulit Ari Kacang Berguna Bagi Kesehatan Jangan Dibuang

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian menemukan bahwa kulit ari kacang tanah memiliki khasiat untuk kesehatan yakni mampu menurunkan risiko berbagai penyakit degeneratif. 

Peneliti Balitbangtan Agustina Asri Rahmianna mengatakan, penyakit degeratif tersebut seperti penyakit jantung koroner, diabetes tipe 2, kanker, mencegah obesitas pada anak-anak, dan menurunkan kandungan kolesterol yaitu kolesterol total dan LDL. 

"Kacang tanah yang utuh terdiri dari kulit polong, kulit ari biji, dan biji. Dari ketiga komponen tersebut, rata-rata yang dimanfaatkan hanya bijinya saja untuk dikonsumsi. Sedangkan kulit polong dan kulit ari biji kacang tanah tidak termanfaatkan dan dibuang begitu saja sebagai sampah," katanya melalui keterangan tertulis, Minggu (14/6/2020). 

 Dia menjelaskan kacang tanah telah dikenal memiliki manfaat yang cukup banyak dikarenakan tingginya kandungan nutrisi yang ada di dalamnya seperti vitamin E, asam folat, protein, mangan, biotin, serat, magnesium, lemak tak jenuh tunggal. 

Selain itu, menurut Agustina yang melakukan penelitian, khasiat kulit ari kacang tanah tersebut kaya akan antioksidan sehingga beragam manfaat dapat diperoleh dengan mengonsumsi kacang tanah secara tepat dan rutin. 

Dalam penelitiannya, Agustina mendapati kandungan pada kulit ari kacang tanah terdiri empat unsur yaitu serat, minyak, protein, dan senyawa-senyawa fenolik. 

Namun, dari keempat unsur yang terkandung, hanya senyawa-senyawa fenolik inilah yang bisa dimanfaatkan sebagai obat, sebab senyawa-senyawa fenolik sangat penting dalam mekanisme ketahanan tubuh secara kimiawi yang berfungsi sebagai antioksidan dan anti radang di dalam tubuh manusia. 

"Dengan beragamnya senyawa-senyawa fenolik yang terkandung, maka kulit ari kacang tanah berpotensi digunakan sebagai sumber makanan fungsional yang dapat dikembangkan sebagai bahan baku suplemen," katanya. Nilai Ekonomi Meski kaya dengan kandungan senyawa biokimia, kulit ari biji kacang tanah ini tidak mempunyai nilai ekonomi sama sekali. 

Padahal, kandungan fenolik dan antioksidan pada kulit ari biji kacang tanah tertinggi dibandingkan dengan yang ada pada keping biji, kulit polong, dan akar, serta daun. Sayangnya kulit ari biji kacang tanah ini sangat kecil volumenya, hanya 2,5-3 persen dari bobot biji.

 Sementara itu Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry, menyambut gembira hasil penelitian ini, dan menyampaikan peluang hasil riset dari kulit ari kacang tanah tersebut. Kulit ari tanah yang semula tidak ada nilainya, tambahnya, dapat bermanfaat untuk kesehatan dan menjadi nilai tambah bagi petani. 

"Kulit ari kacang tanah ini berpotensi sebagai bahan baku untuk membuat produk baru yang bermanfaat untuk kesehatan, sekaligus dapat menciptakan peluang pasar baru sehingga sisa-sisa pertanian memberi dampak pada peningkatan nilai tambah bagi petani," katanya. 

Plt. Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Haris Syahbuddin menambahkan sejak 1950-an, Kementerian Pertanian sudah melepas lebih dari 45 varietas kacang tanah yang terbaru yakni varietas Tasia 1 dan Tasia 2. 

"Kedua varietas tersebut mempunyai potensi hasil antara 4,2 dan 4,3 t/ha dan umur masaknya 90 dan 95 hari," katanya. Selain itu, kedua varietas tersebut tahan terhadap kutu kebul, tahan terhadap penyakit layu bakteri, serta agak tahan terhadap penyakit karat dan bercak daun.

Dengan potensi produksi dari Tasia 1 dan Tasia 2 diharapkan dapat membuka peluang pasar bagi petani untuk ikut masuk ke sektor industri atau UMKM pengolahan kacang tanah sehingga nilai tambah dapat dirasakan oleh petani kacang tanah.


Hasil Penelitian: Antibodi Menurun 6 Bulan Usai Divaksin Sinovac 2 Dosis

Kumpapran.com
 Antibodi dalam tubuh yang dihasilkan dari vaksin Sinovac ditemukan menurun 6 bulan setelah menerima vaksin.

Hasil penelitian ini didapatkan dari pengecekan sampel darah orang dewasa sehat berusia 18-59 yang dibagi menjadi dua kelompok dengan peserta masing-masing lebih dari 50 orang. Hasilnya, tak sampai dari separuh peserta memiliki antibodi di atas ambang batas.
Petugas memperlihatkan vaksin COVID-19 Sinovac di Sentra Vaksinasi COVID-19 khusus anak di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Sabtu (24/7/2021). Foto: kumparan
© Disediakan oleh KumparanPetugas memperlihatkan vaksin COVID-19 Sinovac di Sentra Vaksinasi COVID-19 khusus anak di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Sabtu (24/7/2021). Foto: kumparan

"Untuk peserta yang menerima dua dosis, dua atau empat minggu terpisah, hanya 16,9% dan 35,2% masing-masing masih memiliki tingkat antibodi penetralisir di atas ambang batas enam bulan setelah dosis kedua," tertulis dalam hasil penelitian tersebut, dikutip dari Reuters, Selasa (27/7).

Walaupun ditemukan adanya penurunan antibodi, penelitian ini juga menemukan peningkatan antibodi pada peserta hingga 3 sampai 5 kali lipat setelah 4 minggu diberikan suntikan dosis ketiga.

Penelitian gabungan Sinovac dan institusi China lainnya ini memang terbilang baru dan belum mendapatkan tinjauan.

Namun, para peneliti mengingatkan bahwa perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk melihat berapa lama antibodi usai suntikan dosis ketiga bisa bertahan dalam tubuh.


Sunday, July 25, 2021

Studi: Konsumsi Kopi dan Sayuran Menurunkan Risiko terhadap Covid-19 Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Studi: Konsumsi Kopi dan Sayuran Menurunkan Risiko terhadap Covid-19",

KOMPAS.com - Sebuah penelitian menemukan bahwa mengonsumsi kopi dan sayuran dapat memberikan perlindungan terhadap Covid-19. Studi terbaru tersebut dilakukan oleh peneliti dari Northwestern University di Chicago, Amerika Serikat.  

Dalam studi ini juga mempelajari makanan lain seperti daging olahan, buah, teh, dan daging merah. Baca juga: Ini Makanan yang Disarankan WHO untuk Dikonsumsi saat Pandemi Covid-19 Nutrisi mempengaruhi kekebalan Profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Northwestern Marilyn Cornelis meneliti bagaimana nutrisi dapat berperan dalam infeksi Covid-19.

 “Kami tahu bahwa Covid-19 merupakan penyakit menular, mirip pneumonia atau jenis infeksi pernapasan lainnya. Kami tahu bahwa kekebalan memainkan peran penting dalam kemampuan untuk memerangi beberapa penyakit menular. Nutrisi memengaruhi kekebalan,” ujarnya dilansir dari webmd.com, Minggu (25/7/2021). 

Penelitian dilakukan menggunakan data UK Biobank untuk memeriksa hubungan antara perilaku diet dari tahun 2006-2010 dan infeksi Covid-19 dari Maret-November 2020, pada orang yang sama. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Studi tersebut melibatkan hampir 38.000 peserta yang telah menerima tes Covid-19, dengan sekitar 17 persen peserta dinyatakan positif terpapar virus. 

Para ahli melihat secara khusus pada makanan yang terbukti memberikan pengaruh terhadap sistem kekebalan dalam penelitian sebelumnya pada manusia dan hewan. Tingkat perlindungan terhadap virus Tim menemukan bahwa nutrisi kemungkinan memberikan tingkat perlindungan yang sederhana terhadap virus corona.

 Misalnya, mengonsumsi satu cangkir atau lebih kopi dalam sehari dikaitkan dengan penurunan 10 persen risiko Covid-19, jika dibandingkan dengan mengonsumsi kurang dari satu cangkir kopi setiap harinya. Jumlah kafein yang lebih besar dalam kopi, membuat minuman ini dinilai protektif terhadap virus dibandingkan teh. Baca juga: Pilih Teh atau Kopi, Mana yang Lebih Sehat?

Kandungan polifenol Adapun kopi mengandung lebih banyak polifenol, khususnya asam klorogenat, yang sebenarnya merupakan konstituen yang relatif unik dari kopi. Sementara itu, mengonsumsi setidaknya dua pertiga porsi sayuran matang atau mentah setiap hari (tidak termasuk kentang), turut dikaitkan dengan penurunan risiko infeksi corona. 

Namun, memakan daging olahan dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi, dan tidak berlaku bagi daging merah. Daging olahan dapat meningkatkan kerentanan terhadap virus corona. Cornelis menambahkan, mengonsumsi banyak sayuran nampaknya turut menurunkan risiko terinfeksi kaitannya dengan kekebalan.  

Kendati begitu, belum diketahui pasti mengapa faktor-faktor makanan ini berbeda terhadap perlindungan Covid-19 dan perlu digarisbawahi bahwa penelitian ini tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung.  

“Beberapa temuan ini hanya merupakan indikator kebiasaan makan yang baik. Saya pikir itu hanya berbicara tentang pentingnya nutrisi yang baik, tidak hanya untuk Covid-19 tapi untuk kesehatan secara keseluruhan,” papar Cornelis. Bukan pengganti vaksin Meski begitu, ditegaskan bahwa kopi dan sayuran bukanlah pengganti vaksin dan tindakan pencegahan lain yang direkomendasikan dalam memerangi pandemi. 

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS mengatakan setiap orang berusia 12 tahun ke atas harus mendapatkan vaksin. Direktur program untuk program residensi pengobatan pencegahan di Universitas Loma Linda di California Dr Karen Studer mengatakan, makanan utuh yang sebagian besar buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian akan melindungi tubuh dari banyak penyakit, dan kemungkinan juga untuk Covid-19. 

Studer mengungkapkan, studi lain juga menemukan manfaat kopi, termasuk meningkatkan umur panjang. Kendati begitu, perubahan gaya hidup juga dapat berdampak besar pada kesehatan, seperti berhenti merokok, alkohol, atau minuman manis.

Dikutip dari IndiaTimes, memilih makanan yang Anda konsumsi termasuk salah satu cara menjaga kesehatan di tengah pandemi virus corona. Bahkan, makanan bergizi penting saat Anda berada dalam masa pemulihan akibat Covid-19. 

Termasuk untuk memasukkan jenis-jenis makanan yang mengandung banyak vitamin D dalam menu sehat yang Anda konsumsi sehari. Jenis vitamin itu mampu meningkatkan sistem imun tubuh. Baca juga: Bisa Berbahaya, Ini Cara agar Tak Konsumsi Vitamin D Berlebihan Menurunkan risiko terinfeksi Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Chicago Medicine, tubuh yang kekurangan vitamin D dua kali lebih berisiko terinfeksi Covid-19.

 Hasil penelitian itu didapat dari 489 partisipan yang terinfeksi virus corona. Selain menjaga tubuh dari serangan virus corona, masih banyak manfaat lain yang bisa Anda dapat dari mencukupi kebutuhan tubuh akan vitamin D. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Disebutkan, vitamin D bisa meningkatkan penyerapan kalsium. 

Dengan begitu, kesehatan tulang dapat terjaga. Tidak berhenti sampai di situ, vitamin D juga mampu mengurangi depresi dan menurunkan risiko penyakit diabetes. Jika Anda merasa ragu apakah kebutuhan tubuh Anda akan vitamin D sudah tercukupi atau belum, tak ada salahnya memeriksakan diri ke dokter. 

Bila memang diperlukan, nantinya dokter akan memberikan saran dosis suplemen vitamin D yang Anda butuhkan. Selain itu, cobalah untuk memperbanyak konsumsi makanan yang kaya vitamin D. Misalnya, ikan salmon dan kuning telur.

 

Thursday, July 22, 2021

Hindari 4 Makanan dan Minuman Ini setelah Berusia 40

TEMPO.CO, Jakarta - Menginjak usia 40, banyak perubahan yang terjadi dalam hidup, entah karier, cara berpakaian, atau cara berpikir. Tubuh juga mengalami perlambatan metabolisme yang membuat lebih mudah menambah berat badan dan sulit mempertahankan apalagi menurunkan.

Tapi jika ingin memastikan bahwa tubuh akan selalu sehat, cukup menjalani gaya hidup yang lebih baik. Ketahui pula makanan mana yang menurut ahli diet tidak boleh dikonsumsi setelah usia 40 seperti berikut ini.

1. Soda

Soda adalah salah satu pilihan minuman yang sangat buruk untuk orang berusia di atas 40 tahun, menurut ahli diet.

"Minuman manis telah dikaitkan dengan penambahan berat badan, obesitas, dan diabetes, dan lebih dari usia 40, orang perlu lebih berhati-hati untuk memperhatikan berat badan dan gula, karena berat badan merangkak seiring bertambahnya usia," kata Lisa Young, seorang profesor nutrisi di New York University, Amerika Serikat, mengutip sebuah studi tahun 2010 yang diterbitkan di Physiology & Behavior.

2. Mentega

Baik untuk olesan roti panggang di pagi hari atau menggunakannya untuk memasak sayuran atau lauk favorit, perlu dipertimbangkan kembali mengonsumsi mentega secara teratur setelah mencapai usia 40.

"Mentega mengandung lemak jenuh yang tinggi, yang dapat menyebabkan penyakit jantung karena telah diketahui meningkatkan kolesterol. Seiring bertambahnya usia, kolesterol dapat meningkat seperti halnya risiko penyakit jantung," kata Young.

3. Makanan olahan dan tinggi gula

Salah satu resolusi terbaik di usia ini adalah meninggalkan makanan tinggi gula. "Makanan penutup yang mengandung gula olahan, seperti kue, kue kering, pai, dan permen, semuanya memperburuk peradangan dan nyeri otot," kata Ana Reisdorf, pakar diet dari Wellness Verge. Menurut dia, makanan ini dapat cepat menambah berat badan.

4. Alkohol

Menikmati segelas atau dua gelas anggur setelah hari yang panjang mungkin menyenangkan bagi sebagian orang. Tapi itu bisa lebih merusak kesehatan, terutama jika Anda sudah lebih dari 40 tahun.

"Kurang tidur, penambahan berat badan, dan peradangan semuanya diperburuk oleh alkohol. Juga, banyak orang di usia 40-an yang mungkin menyadari bahwa mabuk semakin parah," kata Reisdorf. "Saya akan merekomendasikan membatasi atau menghindari alkohol sepenuhnya setelah 40. Rekomendasinya tidak lebih dari 2 gelas sehari untuk pria dan 1 untuk wanita."

Sebagai gantinya, perbanyak makanan dan minuman menyehatkan seperti sayuran, buah, teh hijau, kacang-kacangan, lentil, dan gandum utuh.

Baca juga: Pola Makan yang Menyehatkan untuk Orang Berusia 40-an Tahun

Para Ahli Baru Ungkap Cara Tidur Nabi Muhammad Agar Tubuh Lebih Sehat dan Bugar

 Nabi Muhammad SAW merupakan suri tauladan bagi umat Muslim. Bahkan cara dan perbuatan Nabi Muhammad telah menjadi suri tauladan umat Islam di dunia.

Salah satu aktivitas Nabi Muhammad yang menjadi sunnah dan dipraktikan banyak umat Islam adalah pola tidur. Sebab tata cara tidur Nabi Muhammad mulai banyak terbukti secara ilmiah.

Banyak penelitian oleh pakar kesehatan mengakui kalau cara tidur Nabi Muhammad membuat tubuh menjadi sehat dan lebih bugar. Apalagi selama hidupnya, Nabi Muhammad hanya dua kali mengalami sakit, pertama, ketika diracuni oleh orang Yahudi, dan kedua, ketika menjelang ajal.

© Disediakan oleh Kumparan

Nabi Muhammad selama hidupnya selalu sehat dan bugar karena mampu menjaga kesehatannya mulali dari pola tidur hingga makan.

Dalam laporan Healt, peneliti di New York University School of Medicine, Profesor Joyce Walsleben menyebutkan bahwa tidur dengan mematikan lampu seperti yang dilakukan Nabi Muhammad akan memprodukasi sekresi hormon melatonin secara alami.

Hormon melatonin diproduksi oleh kelenjar pineal, berfungsi sebagai pengatur ritme tidur, meningkatkan kekebalan tubuh, menjaga kesehatan jantung, dan menghambat peningkatan kolesterol.

Nabi Muhammad sendiri selalu tidur dengan memadamkan cahaya lampu. Seperti dalam hadir yang diriwayatkan Imam Bukhari, Nabi Muhammad SAW bersabda: "Padamkanlah lampu-lampu di malam hari pada saat kalian tidur malam, kuncilah pintu dan tutuplah bejana, makanan dan minuman."

Selain itu, Nabi Muhammad juga tidur dengan posisi miring ke kanan. Hal ini telah dianjurkan Nabi Muhammad sejak ribuan tahun silam sebagaimana hadis riwayat HR Al-Bukhari "Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu."

Cara tidur ini juga dibuktikan secara ilmiah dalam penelitian yang dimuat The Journal of American College of Cardiology dan dipublikasikan oleh New York Times 21 Februari 2011 bahwa tidur dengan posisi miring ke kanan lebih aman.

Sebab jantung yang berada di kiri dapat terhindar ketindihan jika tidur dengan berbaring miring ke kanan, sehingga bisa mengurangi risiko kegagalan fungsi jantung.

Kemudian Nabi Muhammad juga kerap tidur dengan bertopang dengan telapak tangan kanannya. Seperti yang dikatakan Hudzaifah radhiyallahu anhu bahwa "Nabi SAW jika ingin tidur di malam hari, maka beliau meletakkan tangannya di pipinya (yang kanan), kemudian mengucapkan, Bismika allahumma amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup)."

Dari beberapa penelitian kesehatan, tidur dengan alas tangan bisa membuat posisi kepala, leher dan punggung tercipta garis lurus yang membuat sirkulasi darah lebih lancar.

Rasulullah juga menganjurkan agar umatnya tidak begadang. Sebab Nabi Muhammad selalu tidur lebih awal selepas salat Isya.

Hadis HR. Bukhari menyebutkan "Bahwasanya Rasulullah SAW membenci tidur malam sebelum (salat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya."

Sementara dari sisi kesehatan, tidur larut malam, apalagi begadang, akan membuat ekresi hati dalam menetralkan racun tidak bisa lancar sebagaimana mestinya. Dalam jangka panjang, begadang bisa menyebabkan kanker hati. (ace)