Monday, September 27, 2021

Begini Menunya Agar Sarapan Sehat


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sarapan merupakan waktu makan paling krusial dalam keseharian Anda. Saat sarapan, bukan porsinya yang penting tetapi makanan apa yang dimakan. Karenanya, usahakan membuat sarapan sehat dan bergizi agar Anda bisa sehat dan berumur panjang jika melakukannya secara konsisten.

Sayangnya saat ini, banyak sekali makanan tidak sehat yang dikemas dan disajikan sedemikian rupa sehingga terlihat seperti sehat dan enak disantap saat sarapan. Maka dari itu agar bisa sehat dan panjang umur, Anda mesti menghindari makanan tidak sehat untuk sarapan.

Lalu apa saja makanan yang harus dihindari saat sarapan? Sereal menjadi salah satu pilihan sarapan yang buruk karena kandungan gula tambahannya cukup tinggi. Memang, di pasaran ada beberapa sereal relatif rendah gula, tetapi itu sulit ditemukan.

"Efek dari asupan gula tambahan, memicu tekanan darah tinggi, peradangan, penambahan berat badan, diabetes, dan penyakit hati berlemak. Semuanya terkait peningkatan risiko serangan jantung dan stroke," kata Dr Frank Hu, profesor nutrisi di Harvard TH Chan School of Public Health seperti dilansir dari Health Digest, Senin (27/9),

Sayangnya, sereal bukan satu-satunya makanan yang harus dihindari saat sarapan. Menurut Trista Best, makanan sejenis kue kering atau pancake juga tidak disarankan dimakan saat sarapan. Pancake memiliki kandungan gula, mentega dan bahan olahan lainnya. Makan pancake saat sarapan bisa menyebabkan penambahan berat badan, peradangan, hingga penuaan dini.

Daging olahan seperti bacon dan sosis juga harus dihindari jika Anda ingin hidup lebih lama. Menurut Ahli Gizi Courtney D'Angelo, daging jenis ini biasanya mengandung bahan pengawet yang disebut nitrat yang telah dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi.

“Sesekali boleh makan daging saat sarapan, tapi lebih baik pilih daging yang tidak diawetkan,” jelas D'Angelo.

Adapun makanan sehat untuk sarapan termasuk telur, alpukat, dan oatmeal tanpa pemanis. Jika Anda ingin sarapan dengan makanan olahan, cobalah untuk menemukan produk yang rendah gula dan natrium tambahan.

Saturday, September 18, 2021

Ini Cara Atasi Perut Buncit Bikin Keperkasaan Turun


VIVA – Tidak hanya mengganggu penampilan, perut buncit juga dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit, seperti diabetes, penyakit jantung, stroke, hipertensi, hingga sindom metabolik. 

Dokter sekaligus pendakwah, dr. Zaidul Akbar, menjelaskan, sebenarnya perut buncit muncul karena banyaknya lemak yang menumpuk. Lalu, bagaimana cara mengecilkan perut buncit yang ternyata juga dapat melemahkan keperkasaan pria? 

"Masalahnya kita sekarang itu gak ngerti metabolisme glukosa itu kaya apa. Glukosa kalau dimakan, gak kepake jadi glikogen. Glikogen kalau gak kepake jadi lemak. Jadi, nasi itu glukosa, tepung itu glukosa, gula pasir itu glukosa," terang dia dalam video yang diunggah di YouTube Bamol TV, dikutip VIVA, Minggu 19 September 2021. 

Menurut Zaidul, tubuh kita sudah penuh dengan glukosa yang sudah berubah menjadi lemak. Dan pada pria, perut buncit dapat berimbas pada keperkasaan. 

"Kalau laki-laki numpuknya di perut dan itu imbasnya sampai ke keperkasaan. Saya pernah baca bahwa ternyata belly fat ngefek ke keperkasaan. Dan kalau udah begini imbasnya sampai ke hubungan suami istri. Anda tanya ke KUA, sebagian besar perceraian itu terjadi karena ketidakpuasan suami dan istri," tuturnya. 

Lalu, bagaimana cara mengatasi atau mengecilkan perut yang sudah terlanjur buncit? 

"Kita membiasakan dalam seminggu itu menghindari yang empat tadi itu. Jadi memang betul-betul kondisikan kita kaya singa lapar. Maka lama-lama lemak rontok dengan sendirinya," ujarnya. 

Menurut Zaidul, jika kita sudah menerapkan konsep tersebut dengan mengurangi atau menghindari empat hal, yaitu makanan atau minuman yang mengandung glukosa, nasi, tepung dan gula pasir, maka kita tidak perlu lagi menggunakan pola diet. 

"Kurangi aja karbo-karbo yang tadi, nanti cepet banget turunnya. Jadi kurangi empat hal tadi dan tiga per empat piring Anda adalah buah dan sayur. Air putih, buah dan sayur, itu dulu," kata dia. 

Zaidul Akbar menambahkan, "Nanti lama-lama, karena tidak ada lemak yang masuk apalagi kita membiasakan untuk lapar, maka otomatis lemak yang ada pada perutnya tadi akan dipecah sama badan. Cara paling gampang lainnya puasa. Puasa Senin - Kamis, puasa Daud. Atau kalau lagi gak puasa, melaparkan diri.”