Saturday, July 6, 2024

Hati-hari Makanan Penyebab Tumor Usus, Ternyata Kesukaan Banyak Orang!

 

NOVA.id – Baru-baru ini ada kabar yang kurang mengenakan datang dari pelawak kondang Mpok Atiek.

Kabarnya Mpok Atiek didiagnosis tumor usus.

Meskipun dikatakan jinak, namun pelawak pemilik nama asli Atiek Riwayati ini pun sempat merasa kesakitan karenanya.

Ia mengaku awalnya ia merasakan sakit perut secara terus menerus.

Perempuan 67 tahun ini bahkan mengira dirinya hanya kembung dan begah.

"Gejala awalnya cuma perut sakit terus-menerus, kayak kembung, kayak begah, kayak sembelit begitu," kata Mpok Atiek dikutip dari Tribun Seleb, Sabtu (13/1).

Mpok Atiek juga mengaku kesulitan buang air besar (BAB).

“Terus babnya kan susah, 3 hari 4 hari baru BAB setelah dikasih pelumas maaf dari anus baru bisa keluar," lanjut Mpok Atiek.

Dikarenakan kondisi tersebut, membuat Mpok Atiek memutuskan untuk berobat ke dokter penyakit dalam dan ditemukan masalah pada ususnya hingga Mpok Atiek didiagnosis tumor usus.

Belajar dari Mpok Atiek yang didiagnosis tumor usus, mungkin kita bertanya-tanya, apa penyebab tumor usus?

Sejatinya gangguan pada organ pencernaan ini bisa banyak sebabnya, namun makanan bisa menjadi salah satu faktornya. Memang apa saja makanan penyebab tumor usus?

Penyebab tumor usus kompleks dan melibatkan banyak faktor.

Tidak ada makanan tunggal yang dapat diidentifikasi sebagai penyebab langsung.

Namun, pola makan yang kaya serat, rendah lemak jenuh, serta konsumsi buah dan sayuran dapat membantu mengurangi risiko penyakit usus.

Berikut daftar makanan yang kurang baik bagi usus jika dikonsumsi dalam jumlah banyak dan mungkin jadi makanan penyebab tumor usus.

Apa saja? 

1.Makanan yang tinggi lemak jenuh

Makanan tinggi lemak jenuh umumnya termasuk dalam kategori makanan yang sebaiknya dikonsumsi dengan bijak.

Karena asupan lemak jenuh yang berlebihan dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit, seperti penyakit jantung dan gangguan usus.

Contoh makanan tinggi lemak jenuh adalah daging merah berlemak, daging olahan, dan produk susu tinggi lemak.

2.Daging olahan

Daging olahan memang menjadi cara cepat menyajikan makanan di rumah, namun jangan terlalu sering, ya.

Sebaiknya batasi konsumsi sosis, bacon, ham, dan daging olahan lainnya yang biasanya mengandung tingkat lemak jenuh yang cukup tinggi.

3.Makanan cepat saji

Jangan mudah tergoda dengan tampilannya dan rasanya yang nikmat hingga makan tanpa aturan.

Makanan cepat saji memang gudang dari beberapa gangguan kesehatan, termasuk gangguan pada pencernaan yang melibatkan usus di dalamnya.

4.Makanan atau minuman dengan gula tambahan

Konsumsi gula tambahan dalam jumlah berlebihan dapat memiliki dampak buruk pada kesehatan usus dan berpotensi meningkatkan risiko penyakit terkait usus.

Beberapa contoh makanan dan minuman dengan gula tambahan yang dapat berbahaya bagi kesehatan usus antara lain:

Minuman bersoda dan minuman manis, permen dan permen karet, kue-kue dan kudapan manis, sereal dengan tambahan gula, saus dan dressing siap pakai, minuman energi dan minuman olahraga, dan yogurt dengan pemanis tambahan.

5.Makanan rendah serat

Makanan rendah serat juga dapat berkontribusi pada risiko masalah usus.

Maka itu perbanyaklah makan sayur dan buah untuk menjaga kesehatan usus dan pencernaan secara umum.

Selain itu, minimalkan konsumsi alkohol dan hindari merokok juga penting untuk menjaga kesehatan usus.

Tetapi, perlu diingat bahwa faktor-faktor lain seperti gaya hidup dan keturunan juga memainkan peran dalam kesehatan usus.

Jika Sahabat NOVA memiliki kekhawatiran kesehatan spesifik, konsultasikan dengan dokter segera, ya. (*)

   

Sebagian dari artikel ini dibuat dengan bantuan kecerdasan buatan (artificial intelligence - AI).

Makanan Kesehatan Pria, Ternyata Ada di Sekitar Kita Selama Ini

 

Stylo Indonesia - Bentuk dan ukuran tubuh manusia sejatinya memiliki keragamannya sendiri.

Yap, tak dapat dipungkiri, besar dan kecilnya tubuh seseorang membuat timbul perasaan membanding-bandingkan dengan orang lain.

Nah, hal tersebut tak terkecuali dialami para pria, nih, Stylovers.

Pada organ kelamin pria, ukuran juga menjadi penentu tingkat kepercayaan diri seseorang.

Tak sedikit pria yang menginginkan memiliki ukuran penis yang lebih besar dari ukuran aslinya.

Hal tersebut berpengaruh keinginan seseorang yang mencari cara agar bisa memperbesar ukuran penisnya.

Salah satunya dengan mencari pilihan makanan yang bisa memperbesar ukuran penis pria.

Padahal, ukuran penis terutama ditentukan oleh faktor genetik, dan tidak ada makanan atau suplemen yang dapat secara signifikan mengubah ukuran penis secara permanen.

Akan tetapi ada beberapa tipe makanan yang bisa membantu meningkatkan kesehatan seksual yang ada pengaruhnya pada meningkatkan aliran darah, fungsi ereksi, dan kesehatan hormon.

Nah, berikut ini ada rekomendasi makanan yang bisa kamu konsumsi untuk meningkatkan kesehatan seksual.

Aneka kacang

Almond dan kacang-kacangan bisa menjadi sumber arginin yang dapat membantu memperbaiki aliran darah.

Kamu juga bisa mengonsumsi biji Labu mengandung zinc, yang penting untuk produksi hormon testosteron.

Sayur dan buah-buahan

Buah pisang kaya akan potassium, yang membantu mengatur tekanan darah dan meningkatkan sirkulasi.

Berikutnya, pilihan buah seperti semangka bisa kamu konsumsi karena mengandung citrulline, yang dapat membantu meningkatkan aliran darah dengan melebarkan pembuluh darah.

Untuk sayuran, jenis sayuran hijau seperti bayam salah satunya, mengandung magnesium yang dapat membantu meningkatkan aliran darah dengan melemaskan pembuluh darah.

Telur

Mengandung vitamin B yang membantu menyeimbangkan kadar hormon dan mengurangi stres, yang dapat meningkatkan libido. 

Seafood

Jenis ikan berlemak seperti salmon, mackerel, dan sarden, kaya akan asam lemak omega-3 yang dapat meningkatkan aliran darah dan kesehatan jantung.

Kemudian ada juga tiram yang kaya akan zinc yang dapat mendukung produksi testosteron dan kesehatan seksual.

Itulah aneka makanan yang bisa meningkatkan kesehatan aliran darah yang berpengaruh pada libido pria.

Namun, penting untuk diingat, tak hanya mengonsumsi makanan yang bisa menjaga kesehatan seksual, kamu juga perlu menjaga fisik tetap bugar.

Olahraga teratur, tidur yang cukup, mengelola stres, dan menghindari kebiasaan buruk seperti merokok dan konsumsi alkohol berlebihan juga berperan penting dalam kesehatan seksual. (*)

Friday, July 5, 2024

Sayuran Bikin Ginjal Sehat dan Murah Tak Sampai Cuci Darah Jika Dikonsumsi Rutin

TRIBUNTRENDS.COM - Berikut lima sayuran yang ampuh membuat ginjal dalam tubuhmu selalu sehat.

Gara-gara mengonsumsi lima sayuran ini, Anda tak perlu merogoh kocek dalam untuk cuci darah.

Pasalnya, sayuran-sayuran ini harganya terjangkau dan banyak ditemukan di pasar maupun hypermart.

Lantas sayuran apa saja sih yang direkomendarikan untuk menjaga ginjal tetap sehat?

Kreatinina atau kreatinin adalah senyawa kimia sisa metabolisme penguraian otot yang terdapat dalam darah.

Dikutip dari Mayo Clinic, ginjal yang sehat akan menyaring kreatinin dari darah. Oleh karena itu, kadar kreatinin tinggi dalam darah turut mengukur seberapa baik ginjal menyaring limbah.

Setelah tersaring oleh ginjal, kreatinin yang merupakan limbah ini akan keluar dari tubuh melalui urine.

Biasanya, tenaga kesehatan akan mengecek darah dan urine untuk pemeriksaan kreatinin. Kadar kreatinin normal sendiri tergantung pada usia, jenis kelamin, dan ukuran tubuh.

Bisa jadi tanda masalah pada organ ginjal, kreatinin tinggi dapat diturunkan dengan mengonsumsi beberapa makanan, termasuk sayuran.

Sayuran penurun kreatinin

Menurut Healthline, penelitian menunjukkan penurunan kadar kreatinin pada orang dengan penyakit ginjal kronis yang meningkatkan asupan serat.

Serat sendiri bisa ditemukan di banyak makanan, termasuk sayuran, buah, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan.

Sementara itu, pada penderita penyakit ginjal, makanan dengan kandungan seperti natrium, kalium, dan fosfor juga sebaiknya dibatasi.

Berikut sejumlah sayuran berserat yang membantu menurunkan kreatinin dan menyehatkan ginjal:

1. Kembang kol

Kembang kol adalah sayuran penurun kreatinin yang bermanfaat bagi ginjal. Selain serat, sayuran ini juga mengandung vitamin C, vitamin K, dan vitamin B folat.

Bukan hanya itu, kembang kol penuh dengan senyawa anti-peradangan seperti indoles, tetapi rendah kalium.

Dengan mengonsumsi kembang kol secara rutin, kesehatan dan fungsi ginjal pun akan tetap terjaga dan terhindar dari tingginya kadar kreatinin.

Adapun satu cangkir kembang kol matang seberat 124 gram, hanya mengandung:

  • Natrium: 19 mg
  • Kalium: 176 mg
  • Fosfor: 40 mg.

2. Kubis

Sayuran penurun kreatinin selanjutnya, seperti dikutip Healthline, yakni kubis.

Kubis merupakan sayuran hasil persilangan yang sarat akan vitamin dan mineral.

Tercatat, sayuran ini menjadi sumber vitamin K, vitamin C, dan banyak vitamin B. Kubis juga menyediakan serat tak larut, jenis serat yang menjaga sistem pencernaan tetap sehat.

Dengan banyak mengonsumsi serat tak larut, turut akan mendorong buang air besar secara teratur.

Selain itu, kandungan kalium, fosfor, dan natriumnya rendah, dengan 70 gram kubis hanya mengandung:

  • Natrium: 13 mg
  • Kalium: 119 mg
  • Fosfor: 18 mg.

3. Paprika

Monday, July 1, 2024

Cara Alami Menurunkan Asam Urat, Bukan Obat

TRIBUNHEALTH.COM - Penyakit asam urat merupakan kondisi yang tidak bisa dianggap sepele.

Menurunkan kadar asam urat di dalam tubuh bisa dengan minum obat.

Namun, ada cara alami yang bisa menurunkan asam urat dan bisa Anda terapkan.

Mungkin beberapa penderita asam urat sempat memikirkan cara menurunkan asam urat tanpa obat.

Pasalnya, jumlah penderita asam urat atau gout di Indonesia tidak sedikit.

Mengutip KlikDokter, tahun 2015, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, prevalensi penyakit asam urat di Indonesia untuk usia di bawah 34 tahun sebesar 32 persen. Sedangkan untuk mereka yang berusia dia tas 34 tahun ada 68 persen.

Ketika kadar asam urat di dalam tubuh sedang meningkat, maka bisa mengonsumsi obat.