Namun, di balik segudang khasiatnya tersebut, tidak semua orang bisa dengan bebas menikmati pepaya.
Bagi sebagian kelompok tertentu, buah pepaya ini justru dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi tanpa peringatan.
Oleh karena itu, penting untuk memahami siapa saja yang termasuk dalam kelompok berisiko ini agar konsumsi pepaya tetap aman dan tidak menimbulkan masalah kesehatan di kemudian hari.
Dilansir dari laman Times of India pada Minggu (26/10), berikut merupakan 5 kelompok orang yang sebaiknya menghindari konsumsi pepaya.
Baca Juga: 7 Cara Hidup Orang yang Tenang dan Cerdas Emosinya yang Membuat Mereka Bahagia dan Disukai
1. Ibu Hamil
Bagi ibu hamil, terutama pada trimester awal kehamilan, mengonsumsi pepaya mentah atau setengah matang sangat tidak disarankan.
Hal ini karena pepaya yang belum matang mengandung lateks dan enzim papain dalam kadar tinggi.
Kedua zat tersebut dapat merangsang kontraksi pada rahim, yang berpotensi memicu persalinan dini atau bahkan keguguran jika dikonsumsi secara berlebihan.
Lateks dalam pepaya juga dapat menimbulkan reaksi alergi pada sebagian orang.
Meskipun pepaya yang sudah matang umumnya lebih aman karena kadar papainnya jauh berkurang, banyak ahli kesehatan menyarankan ibu hamil untuk menghindari pepaya sepenuhnya demi keamanan janin.
Risiko yang mungkin terjadi jauh lebih besar dibandingkan manfaat yang diperoleh, sehingga langkah paling bijak adalah menunggu hingga masa kehamilan selesai sebelum kembali menikmati buah pepaya.
2. Penderita Gangguan Irama Jantung
Bagi individu yang memiliki gangguan irama jantung atau penyakit jantung lainnya, konsumsi pepaya perlu diperhatikan dengan sangat hati-hati.
Pepaya mengandung senyawa sianogenik, yaitu senyawa alami yang dapat melepaskan sedikit gas hidrogen sianida di dalam tubuh.
Dalam jumlah kecil, zat ini tidak berbahaya bagi kebanyakan orang, namun pada penderita jantung, efeknya bisa lebih sensitif.
Selain itu, konsumsi pepaya berlebihan dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat jantung, sehingga membuat pengobatan menjadi kurang efektif.
Karena itu, bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum memasukkan pepaya ke dalam menu harian agar tidak menimbulkan dampak yang tidak diinginkan.
Baca Juga: 7 Kebiasaan Orang Lanjut Usia yang Membuatnya Semakin Tidak Disukai, Tanpa Disadari
3. Penderita Hipotiroidisme (Tiroid Rendah)
Bagi penderita hipotiroidisme atau gangguan tiroid dengan kadar hormon rendah, pepaya termasuk buah yang perlu diwaspadai.
Pepaya mengandung zat alami yang disebut goitrogen. Zat ini dapat menghambat kemampuan kelenjar tiroid dalam menyerap yodium, padahal yodium sangat penting untuk pembentukan hormon tiroid.
Jika penyerapan yodium terganggu, maka produksi hormon tiroid bisa menurun, sehingga memperburuk gejala hipotiroidisme seperti mudah lelah, berat badan naik, kulit kering, atau tubuh terasa dingin.
Selain itu, pepaya juga dikhawatirkan bisa berinteraksi dengan obat-obatan tiroid yang sedang dikonsumsi, sehingga dapat memengaruhi efektivitas dari obat tersebut.
Meskipun penelitian tentang hal ini masih berlanjut, konsultasi dengan dokter tetap sangat dianjurkan sebelum penderita hipotiroid rutin mengonsumsi pepaya.
Dengan pengawasan medis yang tepat, pasien dapat menjaga kadar hormon tetap seimbang dan mencegah gejala penyakit menjadi semakin parah.
4. Orang yang Rentan Terkena Batu Ginjal
Pepaya memang kaya akan vitamin C, namun bagi orang yang rentan mengalami batu ginjal, kandungan ini justru perlu diwaspadai.
Ketika tubuh menerima vitamin C dalam jumlah berlebih, sebagian akan diubah menjadi oksalat.
Zat oksalat ini dapat bergabung dengan kalsium dan membentuk kristal kalsium oksalat, yaitu penyebab utama terbentuknya batu ginjal.
Menurut penelitian dari National Kidney Foundation, orang dengan riwayat batu ginjal sebaiknya tidak mengonsumsi makanan tinggi vitamin C terlalu sering, termasuk pepaya.
Jika tetap ingin mengonsumsinya, lakukan dalam porsi kecil dan pastikan tubuh mendapatkan cukup cairan setiap hari untuk membantu proses penyaringan di ginjal.
Selain itu, penderita batu ginjal sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan panduan pola makan yang tepat agar bisa tetap menikmati buah dengan aman tanpa memperparah kondisi ginjalnya.
5. Orang dengan Alergi Lateks
Pepaya ternyata memiliki struktur protein yang mirip dengan protein yang ditemukan dalam lateks alami.
Menurut penelitian, pepaya mengandung enzim kitinase (chitinase), yaitu protein yang dapat memicu reaksi alergi pada individu yang sensitif terhadap lateks.
Orang dengan alergi lateks biasanya mengalami gejala seperti bersin-bersin, ruam merah, gatal di kulit, atau bahkan pembengkakan pada wajah dan tenggorokan setelah makan pepaya.
Dalam kasus yang lebih parah, reaksi alergi tersebut bisa menyebabkan gangguan pernapasan yang berbahaya.
Karena itu, bagi siapa pun yang sudah diketahui memiliki alergi lateks, sebaiknya menghindari pepaya sama sekali, meskipun hanya dalam jumlah kecil.
Menghindari konsumsi pepaya akan jauh lebih aman daripada harus menghadapi risiko reaksi alergi berat yang bisa mengancam keselamatan.

0 comments:
Post a Comment